• "Bersama Membangun Kota Kita"
ICAIOS (International Center for Aceh and Indian Ocean Studies) adalah pusat studi tentang Aceh dan Lautan Hindia yang didirikan oleh Universitas Syiah Kuala, UIN Ar-Raniry, Universitas Malikussaleh dan sejumlah ilmuwan dan lembaga akademis internasional, serta didukung oleh Pemerintah Aceh dan Kementrian Riset dan Teknologi Republik Indonesia. ICAIOS mendapatkan kepercayaan dari Tim Rujak Center for Urban Studies (RCUS) untuk mengawal kota Banda Aceh dan tujuh kota terpilih lainnya di Indonesia (Semarang, Pontianak, Bogor, Surabaya, Bandung, Surakarta, Tangerang Selatan) untuk bersama-sama mengembangkan program Urbanisme Warga.
Program Urbanisme Warga merupakan sebuah program yang berpusat pada meningkatkan kemampuan warga memproduksi pengetahuan perkotaan secara bersama-sama dan memanfaatkannya untuk mendorong perubahan kebijakan yang inklusif berdasarkan sebanyak mungkin pengetahuan. Tekanan program ini ada pada proses produksi pengetahuan secara bersama-sama oleh masyarakat dan menghubungkan mereka dengan para pemangku kepentingan lainnya.
Dalam memasuki masa depan dengan tingkat urbanisasi yang makin tinggi, kota-kota di Indonesia memerlukan keterlibatan semua ragam pengetahuan dan kontribusi warga kota dalam mengarahkan dan menjamin proses urbanisasi yang adil, inklusif serta lestari. Dalam upaya mencapai cita-cita tersebut, kota-kota Indonesia saat ini masih menghadapi masalah laten yang menumpuk yang dalam pemecahannya membutuhkan kreativitas dan potensi solusi yang seluas, sebanyak dan se-imajinatif seluruh warganya.

Deskripsi Singkat

Praktek perencanaan perkotaan memerlukan makin banyak pengetahuan spesifik masing-masing kota. Kecerdasan dan ketahanan warga dalam kehidupan mereka sehari-hari hanya baru-baru ini mulai dipelajari dan diungkapkan oleh peneliti kontemporer, dari Indonesia dan luar negeri.

Tujuan dari program ini adalah memberdayakan kontribusi warga kota dalam praktek membina kota melalui delapan kota percontohan. Program menempatkan warga sebagai pusat dan aktor kunci dalam mempengaruhi perubahan melalui aktivisme warga yang berdaya, karena warga adalah unsur langgeng kepemerintahan (governance) kota. Memberdayakan warga berarti juga meningkatkan kemampuannya untuk mengajak aktor-aktor lain, sesame warga serta politisi, birokrat, teknokrat dan profesional teknis. Disiplin yang perlu dipelihara oleh program ini adalah bahwa bukanlah program ini, tetapi warga masing-masing kota yang berpartisipasi, yang akan mengubah kota.

Untuk mencapai itu, program akan menghubungkan pengetahuan dan praktek keseharian warga kota dengan proses dan lembaga-lembaga pembuatan kebijakan, pendidikan para ahli/profesional, pusat-pusat pengetahuan (universitas/akademi) dan ruang-ruang berbagi pengetahuan di antara sesama warga. Selain itu akan diselenggarakan serangkaian kegiatan dan proyek percontohan untuk membiasakan partisipasi berbasis pengetahuan.

Tim Kreatif

Mitra